bersamanya aku menangis,,,,
tak ada isak,,,
juga air mata,,
hanya kristal tiba tiba yang merombak,,,,
bagaimana,,,???
Harus kutitah segala tegarku kini,,,???
bagaimana,,???
harus kutatah langkahku kini,,,??
sementara engkau berlari begitu jauh,,,,
membawa ribuan amarah,,,
yang ku timbun di hari bahagia ,,,,
kini,,,,
baru berupa detik engkau pergi,,,
jiwaku kemarau sudah,,,,
kembali,,,,!!!(ku mohon)
hanya jiwa melengking lirih,,,
lalu semakin sibuk mengenangmu,,,,
padahal baru hari itu Kau putuskan bungkam,,,
aku kalut,,,rapuh,,,
bahkan terlalu lemah hanya untuk sekedar memanggilmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar